Ketua BEM ITS: Kampus Kerja Sama dengan Pinjol Kurang Etis

Selamat datang Zaaf Team di Situs Kami!

Zaaf Team, Surabaya – Muhammad Dimas Fikri Alvian, Presiden BEM Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyikapi Skema Pembayaran Biaya Pendidikan Perorangan (UKT) melalui pinjaman online (Pinzol) yang dilakukan beberapa kampus di ITB. Kampus-kampus yang tergabung dalam PTN BH sangat sibuk mengatur keuangannya sendiri sehingga berdampak pada tingginya kenaikan UKT, kata Dimas. Ketua BEM ITS: Kampus Kerja Sama dengan Pinjol Kurang Etis

1.570 Mahasiswa Unimed Jalani KKN, Tersebar di 13 Kecamatan Deli Serdang

“Nah, efeknya adalah sistem peminjaman uang. Namun yang menjadi permasalahan adalah kerjasama dengan pihak pemberi pinjaman, yang menurut saya kurang etis. Seharusnya pemerintah bisa berperan lebih besar dalam menyelesaikan masalah UKT ini. kata Dimas kepada Repubblica, Kamis (1/2/2024).

Dimas menegaskan, rencana kerja sama dengan Pinjol untuk pembayaran UKT bukanlah sistem untuk menyelesaikan permasalahan mahasiswa. Menurutnya, sistem ini justru memperburuk keadaan. Karena dapat memperburuk keuangan siswa.

Dikatakannya, sistem pinjaman merupakan sistem yang tidak menyelesaikan permasalahan mahasiswa, malah memperburuk keadaan keuangan mahasiswa.

Dimas mengatakan keluarganya terlilit banyak hutang. Menurut Dimas, situasi tersebut dapat memperburuk kondisi siswa yang perlu dipastikan mampu menyelesaikan pendidikannya. Ketua BEM ITS: Kampus Kerja Sama dengan Pinjol Kurang Etis

“Permasalahan seperti ini harus dikendalikan karena berdampak jangka panjang terhadap regenerasi Indonesia. Semakin rendahnya pendidikan masyarakat karena tidak adanya kesinambungan pendidikan, maka semakin sedikit pula masyarakat yang dapat memperbaiki tanah air tercinta ini,” ujarnya.